Wednesday, April 18, 2012

PIKIRKAN



Apakah ada jarak yang lebih panjang dari rasa tidak perduli?
Apakah ada jarak yang lebih menyakitkan dari 'cukup sampai disini'?
Jarak itu akan tercipta semakin panjang ketika waktu sudah mulai membiasakan kita terhadap kata-kata terserah atau biarkan saja.

Ketika dahulu saling bertegur sapa, mengingatkan, berbagi tawa dan sekarang sudah tidak lagi, apa yang salah?
Bukan terletak pada 'apa yang salah' tetapi lebih kepada 'siapa yang salah' ?
Kenapa menyimpan gengsi kalau masih peduli?
Kenapa harus meletakkan harga diri sebegitu tinggi sih!
Lalu suatu saat ketika sudah hilang, Tidak lagi dekat, Tidak lagi berhubungan, menyesal?
Yasudah kalau sudah pergi mau bagaimana lagi.
Sudah hilang apakah bisa kembali lagi, utuh seperti semula?
Tidak! Tidak mungkin bisa.

Lalu kenapa membiarkan hilang kalau hati masih peduli ?
Kalau menyesal karena sudah hilang, itu pertanda hati masih peduli.
Masih ingin seperti semula. Tertawa bahagia.
Seberapa mahal sih harga diri? kenapa harus diletakkan di atas semuanya?
Gengsi!? berucap terlebih dahulu?
Gengsi!? mengakui tidak ingin hanya 'cukup sampai disini'
Harus!? membiarkan orang lain menggantikan berucap sampai semua hilang?
Pikirkan!!


Sunday, March 18, 2012

SEBUT DIA TRAFFIC LIGHT

" Ternyata Cinta itu semacam gambling " 
                      -Riza, 22, A Best Friend


Seorang jenius puisi, kahlil gibran, menyeruakkan banyak kata-kata indah untuk menggambarkan cinta. Pun demikian dengan chairil anwar yang  mungkin saat ini masih hidup dengan "1000 tahun" laginya, rangkaian kata-kata indahnya juga belum bisa mendeskripsikan cinta.

Cinta itu absurd. Susah untuk dijelaskan, karena jelas lebih indah dari bermacam-macam frase yang mungkin menggambarkannya. Intuisi sesorang tentang cinta berbeda-beda, based on their own experience. 

YA! saya mungkin jatuh cinta. After a while. Setelah semuanya saya konsentrasikan untuk satu orang yang sudah hilang entah dimana. I may in love for once again! For the same reason, tentu saja saya menyukai seseorang yang gga 'common', the funny one yang memudahkan untuk jatuh cinta, bahkan tanpa terasa banyak pembodohan juga yang terjadi selama proses itu. AHH!

Saya menggambarkannya seperti Traffic Light, off course colorfull. Have a really nice attractive color. Red, yellow and green. And I definitely have no idea, when the exact time to stop, or ready or go! Im trapped into situation. 

Beberapa orang sahabat sempat menasehati bahwa memang gga ada yang salah dengan mengharapkan yang terbaik, everyone deserve for the best. But better if prepared for the worst that may come along the progress too. Well. mengantisipasi berdiri sebelum terjatuh memang perlu. Dan 'playing hard to catch me' semacam perlu juga. Nothing worth having comes easy bukan ?!


I dont even know what kind the ending of my story, Should I prepared for the worst ?? Because it seems like we both hard to find the good path. Well, from now on imma just gonna let it flow. And Enjoying the progress.

Just like a shoe, if someone is meant for you, they will fit perfectly, no forcing, no struggling, no pain. Bener kan?



Thursday, March 15, 2012

GILDA RADNER


I wanted a perfect ending.
Now I've learned,
the hard way,
that some poems don't rhyme,
and some stories don't have a clear beginning, middle, and end.
Life is about not knowing,
having to change,
taking the moment and making the best of it, without knowing what's going to happen next.



You and I will meet again
When we're least expecting it
One day in some far off place
I will recognize your face
I won't say goodbye my friend
For you and I will meet again 

-Tom Petty-




Sunday, March 11, 2012

KAMU


Kita bercengkrama ditengah hujan
ditengah bayangan.
Kamu disana menarik rambutku ringan, mengangguku...
Aku suka caramu tertawa,
karena akhirnya itu menjadi alasanku
untuk ikut tertawa.

Bersamamu ringan.










I'm just a girl looking for A man.
The right man.
The simple one,
not the perfect one.








THE BLUE OCEAN


Buat aku terjatuh didalamnya, berenang bersama kehidupan diantaranya,
Dengan biru yang meluas. 
Ada catatan langit tergambar disana,
Terukir jelas, ketika warnanya beriring sama biru atau sedikit biru gelap atau keputihan.
Kemudian....
Apakah menjadi masalah ketika kedalaman sudah tidak bisa lagi terukur oleh kepandaian manusia.
Apakah menjadi masalah ketika lautan mulai meluas,
Mencairkan segala yang telah membeku.
Aku diam,
Diam sebegitu lama memandangi sembari berpikir.
Bagaimana jika benar nantinya akan menjadi masalah.
A ah entahlah aku tidak sepandai itu menjawab pertanyaan.